Inovasi Class

    Hari Susu Nusantara jatuh pada tanggal 1 Juni. Momen akbar ini tidak disia-siakan oleh FOSMAPET sebagai organisasi yang bergerak di bidang keilmuan. FOSMAPET mensosialisasikan cara memodifikasi susu yang mudah rusak oleh mikroorganisme menjadi olahan susu yang meningkatkan daya tahan susu serta meningkatkan daya jual susu itu sendiri. Acara yang diberi nama “Inovasi Class”  diadakan Rabu 30 Mei 2012 pukul 16.00 WIB yang bekerjasama dengan BEM FAPET UGM. Rendahnya konsumsi susu yang baru mencapai 11 sampai 14 liter per kapita per tahun merupakan persoalan pangan yang harus segera dipecahkan. Manfaat susu yang begitu besar, tidak sebanding dengan jumlah konsumsi susu saat ini. Inovasi produk merupakan salah satu jalan untuk meningkatkan konsumsi susu, sehingga susu mampu diterima disemua kalangan.

 Inovasi Class merupakan salah satu program kerja FOSMAPET bagian Departemen Science Skill Development. Acara yang terdiri dari pengolahan produk susu menjadi kefir dan susu herbal bertujuan agar mahasiswa mengenal berbagai macam produk olahan susu dan meningkatkan pengetahuan tentang berbagai macam hasil olahan produk susu, serta kemampuan dalam pengelohan susu. Acara ini dibungkus dengan kegiatan praktik langsung pembuatan kefir dan susu herbal disertai dengan penjelasan tata cara pembuatan, tujuannya agar peserta dapat langsung memahami tata cara pembuatan kefir dan susu herbal.

  Kefir merupakan produk susu dengan rasa asam, alkoholik, dan karbonat melalui proses fermentasi dan banyak dikonsumsi di kawasan Kaukasia. Di daerah Rusia, kefir merupakan minuman populer yang diproduksi dan diperdagangkan dalam jumlah besar. Fermentasi berasal dari kefir grains yang merupakan koloni bakteri asam laktat, yeast, bakteri asam asetat, dan beberapa bakteri lain. Pembuatan kefir dimulai dengan pasturisasi susu dengan suhu 850C selama 30 menit lalu didinginkan dalam wadah berbahan gelas hingga mencapai suhu kamar, kemudian ditambahkan butiran kefir grain. Campuran susu dan bibit kefir (kefir grain) diinkubasi dengan cara didiamkan pada suhu kamar selama 12 sampai 48 jam, sampai terjadi penggumpalan sempurna. Selanjutnya, kefir disaring untuk memisahkan butiran kefir (kefir grain) yang dapat digunakan untuk membuat kefir selanjutnya. Susu herbal merupakan susu pasteurisasi yang di tambah habbatussauda’ dan madu. Susu herbal bermanfaat sebagai suplemen agen antioksidan, memelihara kesehatan dan meningkatkan stamina juga vitalita.

  Setelah pembuatan dan penjelasan pengolahan susu menjadi kefir dan susu herbal, dilanjutkan dengan kajian mengenai Swasembada Susu tahun 2019 yang disampaikan oleh Prof. Zaenal Bachrudin (Dosen Fakultas Petranakan UGM) dan Yogi Sidik P (Ketua PB ISMAPETI XI). Seperti yang kita ketahui, hampir 70 % susu yang kita konsumsi itu impor, hanya 30% yang diproduksi dalam negeri. Apakah pemerintah benar-benar akan melakukan swasembada susu 2019, ini merupakan tanda tanya besar melihat produksi susu yang masih rendah. Semoga saja dapat terlaksana dan tidak mengalami penundaan waktu seperti yang terjadi di swasembada daging.

   Prof. Zaenal Bachrudin memaparkan bahwa sapi perah yang merupakan ujung tombak pembangunan sektor peternakan tidah hanya tanggungjawab Kementan RI. Perlu adanya edukasi untuk orientasi menjual susu segar. Masa mendatang diperkirakan konsumsi susu terus  meningkat  selaras  dengan  pertambahan  populasi, pertumbuhan ekonomi, perbaikan tingkat pendidikan, kesadaran gizi dan perubahan gaya hidup. Menurut Yogi Sidik, Ketua Ikatan Senat Mahasiswa Peternakan Indonesia, kesiapan Indonesia untuk melakukan swasembada susu 2019 dapat dilihat dari masih rendahnya konsumsi susu masyarakat dan pemikiran masyarakat mengenai ketersediaan pakan yang masih impor serta pemikiran peternak yang masih menganggap bahwa ternak sebagai sambilan. Swasembada susu 2019 dapat saja terjadi bila pemerintah dan masyarakat mampu bekerja sama secara baik.[Edukasi_SSD].

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s