KIPER : SISTEM PERTANIAN TERPADU

       Menjawab keingintahuan mahasiswa Fakultas Peternakan mengenai sistem pertanian terpadu (integrated farming), Departemen Science Skill and Development, Divisi Edukasi menyelenggarakan kuliah praktis ilmu peternakan (KIPER) dengan tema sistem pertanian terpadu. Kegiatan ini merupakan lanjutan dari program kerja rutin departemen SSD yang diadakan setiap  satu bulan sekali.
KIPER kali ini dihadiri oleh 30 mahasiswa dari berbagai angkatan yaitu 2009 hingga 2012 serta staff Forum Studi Mahasiswa Fakultas Peternakan (FOSMAPET). Kegiatan ini diawali dengan sambutan dari ketua umum FOSMAPET, Eko Yasin. Tujuan acara ini adalah untuk memberikan tambahan pengetahuan seputar dunia peternakan di luar jam kuliah. KIPER dilaksanakan pada tanggal 7 Desember 2012, bertempat di ruang kuliah 8, dan dihadiri oleh Ibu Siti Andarwati S.Pt.,M.P, beliau adalah dosen bagian Sosial Ekonomi Peternakan Fakultas peternakan UGM sekaligus menjadi pembicara di acara tersebut.
Adapun bahasan yang diangkat pada kajian adalah latar belakang, konsep, keuntungan dan kendala dari sistem pertanian terpadu(integrated farming). Berbagai bahasan menarik dibicarakan dengan adanya kegiatan diskusi dengan peserta, seperti wujud sistem pertanian terpadu yang sudah diterapkan di Indonesia, cara mensinergikan anatara berbagai bidang menjadi sistem pertanian terpadu, dan efek pertanian terpadu bagi ekonomi dan keseimbangan ekosistem lingkungan.
“Sumber makanan manusia dan ternak mengalami persaingan. Salah satu tujuan pertanian terpadu adalah mengurangi ketergantungan ternak terhadap jenis pakan serealia yang saat ini hampir menjadi kebutuhan pokok pakan ternak. Sehingga harapanya dapat mengubah mindset manusia bahwa ternak dapat menjadi partner bukan menjadi saingan hidup”, kata Bu Andarwati.
Selain itu sistem pertanian terpadu juga mengembalikan keseimbangan dan kelestarian ekosistem lingkungan khususnya pertanian. Konsep pertanian terpadu adalah suatu usaha untuk melaksanakan kegiatan yang tidak hanya bergerak disatu bidang pertanian saja, tetapi bisa disinergikan dengan peternakan, perikanan dan pertanian. Sehingga yang dimanfaatkan tidak hanya hasil utamanya tetapi juga limbahnya dapat termanfaatkan secara optimal. Selain itu juga meminimalisir biaya, polusi dan meningkatkan keuntungan.
“Pada akhirnya integrated farming itu memiliki dua muara, yaitu untuk manusia dan untuk alam. Maka keseimbangan alam menjadi hal yang wajib dijaga di samping memenuhi kebutuhan manusia sendiri”, tutup Bu Andarwati.
Kegiatan ini dipandang baik dan mendapat respon yang luar biasa dari mahasiswa. Mengingat semakin banyaknya kegiatan kuliah, praktikum dan kegiatan diorganisasi, mahasiswa masih dapat menyempatkan diri untuk menambah kapasitas keilmuwan khususnya di bidang peternakan di luar jam kuliah. Peningkatan ilmu pengetahuan tidak hanya didapatkan di bangku kelas saat kuliah saja, namun masih banyak objek yang dapat dijadikan media pembelajaran, dengan melihat dan mengkaji isu terkait dengan ilmu peternakan seperti pada kegiatan KIPER yang diselenggarakan oleh Forum Studi Mahasiswa Fakultas Peternakan (FOSMAPET) UGM.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s