Program Pengabdian Masyarakat Berbasis Riset (PPPMBR)

DSC_3046Program Pengabdian Masyarakat Berbasis Riset atau biasa disebut PPMBR ini merupakan program pemberdayaan masyarakat yang diadakan di Desa Pangpajung, Kecamatan Modung, Kabupaten Bangkalan, Prov. Jawa Timur. Kegiatan yang dilaksanakan di Pulau Madura ini merupakan kerjasama antara Forum Studi Mahasiswa Peternakan dengan Lembaga Penelitian dan Kajian Teknik Aplikatif (LPKTA), Klinik Agromina Bahari (KAB), Geography Science Club (GSC) dan Departemen Sosial Kemasyarakatan (Sosmas) Badan Eksekutif Mahasiswa- Keluarga Mahasiswa (BEM-KM 2012) serta D3 Kearsipan.

Program PPMBR ini pertama kali dicetuskan oleh Afwan Wali Hamim (Teknik Nuklir 2009) yang merupakan Mantan Ketua LPKTA, yang kebetulan mempunyai keluarga disana. Hal yang mendasari adanya usulan program tersebut adalah rata-rata penduduk setempat yang bermata pencaharian sebagai petani-peternak tetapi masih minim pengetahuan tentang sistem pertanian yang baik karena status pendidikan yang rendah dan kondisi lahan gambut yang banyak mengandung kapur sehingga perlu pengolahan tanah yang baik. Atas dasar itulah maka perlu adanya pemberdayaan masyarakat yang didasarkan pada hasil temuan para Ilmuwan (Riset) yang disesuaikan dengan kondisi wilayah tersebut, sehingga mampu menunjang adanya perbaikan dan peningkatan kualitas hidup dan sumber daya manusia yang ada.

Kegiatan PPMBR ini direncanakan akan dilaksanakan pada tanggal 22 sampai 30 Januari 2013 mendatang dengan mengusung beberapa program diantaranya Pengembangan Produksi Pertanian berbasisi sumber daya lokal, Pembangunan Biogas dan Pembuatan Pupuk Organik, Pemetaan Wilayah Pertanian Strategis serta Pembangunan Perpustakaan untuk menunjang peningkatan mutu pendidikan

Kegiatan ini dimulai dengan acara Sosialisasi dan peninjauan wilayah yang dilaksanakan pada tanggal 17 sampai 19 mei 2012 lalu dan diikuti oleh beberapa perwakilan dari masing-masing KSF. Dari FOSMAPET sendiri diwakili oleh saudara Eko Yasin Prasetyo Muslim, Fandi Ahmad Alwan dan Syamsul Hadi. Sosialisasi program dilakukan melalui kegiatan sarasehan bersama warga setempat dan dihadiri oleh Ketua RT/RW, Kepala Desa dan Tokoh Masyarakat setempat seperti Kyai/Ustadz. Dalam sarasehan tersebut, panitia memaparkan maksud dan tujuan diadakannya program, yaitu dengan menekankan adanya sistem pemberdayaan masyarakat, dimana mahasiswa hanya bertindak sebagai fasilitator, sementara masyarakat lah yang menjadi subyek utama, sehingga diharapkan adaya kesadaran dan partisipasi penuh dari masyarakat dalam pelaksanaan program tersebut yang berguna untuk kemaslahatan hidup mereka sendiri.

Peninjauan wilayah dilakukan melalui kegiatan survey yang terbagi dalam 2 bagian, yaitu tim khusus perpustakaan dan tim khusus riset. Tim khusus perpustakaan melakukan peninjauan dan pengukuran lahan untuk bangunan perpustakaan, sedangkan, Tim khusus riset lebih menekankan pada pengamatan jenis tanah dan kondisi lahan pertanian, pengamatan komoditi tanaman pangan strategis, ketersediaan sumber air untuk irigasi, pengamatan kondisi, populasi dan kepemilikan ternak serta manajemen penanganan kotoran ternak dan peninjaun peta wilayah. Data hasil survey tersebut kemudian diolah dan dirumuskan bersama dalam bentuk program kegiatan yang sesuai. Salah satu program kegiatan yang direncanakan adalah pembuatan lahan percontohan baik untuk pertanian maupun peternakan, sehingga masyarakat lebih sadar dan percaya terhadap kebermanfaatan suatu program dengan cara mengamati dan menilai hasil pelaksanaan program secara langsung (By: Syamsul Hadi).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s