PKM

          Lulusan sebuah perguruan tinggi negri dituntut untuk memiliki academic knowledge, skill of thinking,management skill dan communication skill. Kekurangan pada salah satu aspek saja bisa menyebabkan kurangnya mutu lulusan. Sinergisme akan tercermin melalui kemampuan lulusan dalam kecepatan menemukan solusi atas persoalan-persoalan atau tantangan-tantangan yang dihadapinya. Perilaku dan pemikiran yang ditunjukkan akan bersifat konstruktif realistik, artinya kreatif (unik dan bermanfaat) serta dapat diwujudkan. Kemampuan berpikir dan bertindak kreatif pada hakekatnya dapat dilakukan setiap manusia apalagi yang menikmati pendidikan tinggi. Oleh karena, kreativitas merupakan jelmaan integratif 3 (tiga) faktor utama dalam diri manusia, yaitu: pikiran, perasaan dan keterampilan. Dalam faktor pikiran terdapat imajinasi, pesepsi dan nalar. Faktor perasaan terdiri dari emosi, estetika dan harmonisasi. Sedangkan faktor keterampilan mengandung bakat, faal tubuh dan pengalaman. Dengan demikian, agar mahasiswa dapat mencapai level kreatif, ketiga faktor termaksud diupayakan agar optimal dalam sebuah kegiatan yang diberi nama Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) (pedoman PKM,2011).

            PKM dikembangkan untuk menghantarkan mahasiswa pada dimensi pencerahan kreativitas dan inovasi berlandaskan penguasaan sains dan teknologi serta keimanan yang tinggi. Dalam rangka mempersiapkan diri menjadi pemimpin yang cendikiawan, pengusaha yang berjiwa arif dan mandiri, mahasiswa diberi kesempatan untuk mengembangkan kemampuan, keahlian, sikap taggung jawab, membangun kerjasama tim, menjadi sarana pembelajaran kemandirian melalui kegiatan kreatif sesuai dengan bidang ilmu yang ditekuni.

             Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) merupakan salah satu upaya yang dilakukan Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DITLITABMAS) Ditjen Dikti untuk meningkatkan mutu peserta didik (mahasiswa) di perguruan tinggi agar kelak dapat menjadi anggota masyarakat yang memiliki kemampuan akademis dan/atau profesional yang dapat menerapkan, mengembangkan dan meyebarluaskan  ilmu pengetahuan, teknologi dan/atau kesenian serta memperkaya budaya nasional.  PKM dilaksanakan pertama kali pada tahun 2001, yaitu setelah dilaksanakannya  program  restrukturisasi  di  lingkungan  Ditjen  Dikti. Kegiatan  pendidikan,  penelitian  dan  pengabdian  kepada  masyarakat yang selama ini sarat dengan partisipasi aktif mahasiswa, diintegrasikan ke dalam satu wahana yaitu PKM. PKM dikembangkan untuk menghantarkan mahasiswa pada dimensi pencerahan kreativitas dan inovasi berlandaskan penguasaan bidang ilmu pengetahuan dan teknologi serta keimanan yang tinggi. PKM diselenggarakan dalam rangka mempersiapkan diri menjadi pemimpin yang cendikiawan, pengusaha yang berjiwa arif dan mandiri, mahasiswa diberi kesempatan untuk mengembangkan kemampuan, keahlian, sikap taggung jawab, membangun kerjasama tim, menjadi sarana pembelajaran kemandirian melalui kegiatan kreatif sesuai dengan bidang ilmu yang ditekuni. Maka dari itu, untuk meningkatkan kreatifitas mahasiswa terutama dalam bidang keilmuan dan untuk membekali mahasiswa yang akan bersaing dalam proyek PKM, maka dibutuhkan suatu pelatihan agar mahasiswa fakultas peternakan tidak semakin tertinggal dengan mahasiswa lain dalam hal meraih medali PIMNAS.

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s